Antisipasi Corona, Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Selama 2 Bulan

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengeluarkan maklumat bersama tentang pemberlakuan jam malam. Hal ini untuk mengantisipasi dan sekaligus penanganan virus corona atau covid-19 di Aceh. Maklumat itu sendiri merupakan hasil tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) 2019.

Serta Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Adapun maklumat tersebut berisi sejumlah poin, salah satunya adalah warga diwajibkan untuk berada di dalam rumah mulai pukul 20.30 WIB hingga 05.30 WIB. Aturan penerapan jam malam itu berlaku bagi masyarakat, pelaku usaha dan angkutan umum. Kecuali angkutan umum yang melayani masyarakat dan kebutuhan masyarakat.

Isi maklumat itu sendiri turut ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu juga menuliskan keharusan bupati/wali kota mengawasi berlakunya jam malam, serta mulai menerapkan jam malam sejak Minggu (29/3/2020) hingga 29 Mei. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani membenarkan penerbitan surat itu oleh Forkopimda Aceh.

Naskah itu sendiri belum ditandatangi oleh Ketua DPR Aceh, Pangdam Iskandar Muda.

Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani ketika dikonfirmasi TEMPIAS.ID membenarkan maklumat tersebut.

“Benar. Maklumat itu sudah ditandatangani langsung oleh Plt Gubernur Aceh dan sejumlah pihak setelah siang nanti. Namun ini belum beredar lengkap, kita tunggu sesudah siap ditandatangi semua baru kita edarkan,” kata Saifullah Abdul Gani alias SAG kepada TEMPIAS.ID, Senin (30/3).

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here