Arab Saudi Mulai New Normal Pada 21 Juni 2020

TEMPIAS.ID | Riyadh – Arab Saudi telah melonggarkan penguncian wilayah, memulai aktivitas bisnis, dan membuka masjid-masjid untuk sholat Jumat. Arab Saudi akan memasuki tahap ketiga atau new normal mulai 21 Juni 2020.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menetapkan fase ketiga menuju kehidupan normal di Kerajaan di tengah pandemi virus corona. Kementerian mengingatkan bahwa, virus tersebut masih ada.

“Virus itu masih ada, masih aktif, dan pandemi berlanjut,” kata juru bicara kementerian Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly seperti dilansir dari Arab News pada Jumat (19/6).

Al-Aly melanjutkan, bahwa saat ini belum ada obat untuk virus corona. Karenanya ia mengingatkan untuk terus berhati-hati saat dinyatakan kembali ke kehidupan normal.

“Kita kembali ke keadaan normal, tapi hati-hati. Kita sekarang tahu semua tindakan pencegahan dan cara menangani pandemi melalui penelitian dan studi selama periode terakhir. Jadi terapkan tindakan pencegahan untuk kehidupan kita sehari-hari sehingga membatasi peluang untuk tertular virus,” ujarnya.

Aly menuturkan bahwa 50 persen dari kasus corona yang tercatat pada periode terakhir adalah disebabkan karena kontak sosial. Menurutnya pendekatan ini dibutuhkan untuk membantunya memantau perkembangan pandemi di seluruh Kerajaan.

“Kami melihat ke daerah di mana penyebarannya cepat. Begitulah cara kami memutuskan area yang membutuhkan regulasi lebih lanjut,” kata.

Pada saat new normal nanti, Al-Aly mendesak agar masyarakat dapat mengunjungi Klinik Tetamman terdekat jika mengalami gejala apa pun. Klinik kata dia, akan bekerja sepanjang waktu dan tidak perlu membuat janji temu.

Arab Saudi juga telah mengizinkan penggunaan obat deksametason ke dalam perawatan pasien covid-19. Namun demikian Asisten Wakil Menteri untuk urusan terapi di Kementerian, Dr. Ahmed Al-Jedai, memperingatkan untuk tidak menggunakannya tanpa resep dokter.

“Obat ini milik keluarga kortison, dan membantu pasien tertentu dalam tingkat infeksi tertentu. Termasuk pasien rawat inap yang perlu diventilasi di ICU, atau mereka yang membutuhkan oksigen. Namun, itu bukan obat langsung untuk Covid-19,” jelasnya.

Pada perkembangan terbaru, kasus positif di kerajaan masih tinggi yakni 4.757 kasus. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 48 orang dan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 2.253 orang. []

Sumber : Republika

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here