Beranda News Benahi Kepengurusan, KPA Pase Gelar Rapat Penyegaran

Benahi Kepengurusan, KPA Pase Gelar Rapat Penyegaran

- Advertisement -

TEMPIAS.ID | Lhoksukon – Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase menggelar rapat bersama pengurus. Rapat yang dihelatkan di kantor KPA/PA di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara diikuti oleh para kombatan GAM Pasee, Minggu (5/7/2020).

Ketua KPA Wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah ketika dikonfirmasi mengatakan, rapat yang digelar KPA untuk mengisi bidang-bidang yang selama ini masih kosong. Bahkan ada sejumlah tokoh-tokoh di bidang tersebut sudah meninggal dunia.

“Maka dari itulah kita lakukan rapat untuk membenahi kembali bidang-bidang yang selama ini kosong. Susunannya anatra lain dewan penasihat, tuha peut, tuha lapan, muna wilayah, panglima wilayah Samudera Pase, Ulee wilayah dan sejumlah perangkat struktur lainnya,” kata Tgk Zulkarnani bin Hamzah, Senin (6/7/2020).

Tgk Ni berharap, untuk ke depannya pengurus KPA Wilayah Pase agar terus berkontribusi positif terhadap masyarakat. Salah satu hal terpenting adalah, terus memprioritaskan rasa solidaritas dan kekompakan dalam menjaga nama baik KPA/PA. Adapun struktur kepengurusan KPA Wilayah Pase berjumlah sekitar seratusan orang. Mereka itu semuanya murni dari kalangan kombatan GAM. Adapun strukturnya meliputi Tuha Peut, Tuha Lapan, Panglima Wilayah dan lain-lain.

“Pasca damai ini, kondisi perekonomian kombatan GAM masih memprihatinkan. Bahkan ada sebagian kombatan mengambil sikap untuk beralih profesi sebagai petani dan nelayan. Padahal dalam MoU Helsinki telah disebutkan bagaimana proses reintegrasi dalam masyarakat. Salah satunya membenahi ekonomi dengan proses pembagian lahan sebanyak 2 hektare bagi setiap kombatan GAM,” kata Tgk Ni.

Hal senada juga disampaikan Juru Bicara KPA Wilayah Pase, M Jhony. Pasca perjanjian damai diteken, kombatan GAM memiliki peran untuk mengawal butir-butir perjuangan MoU Helsinki hingga tuntas. Oleh karena itu, pihaknya akan selalu mengawal proses realiasi isi perjanjian damai tersebut. Ia juga meminta doa restu dan dukungan semua masyarakat Aceh agar bersama-sama mengawal dan menjaga perdamaian Aceh yang sangat berharga ini.

“Pertemuan ini akan rutin kita gelar. Tujuannya untuk bersama-sama memperjuangkan satu visi dan misi yang sama. Salah satunya adalah status bendera bulan bintang sebagai bendera sah masyarakat Aceh. ini berdasarkan hasil perjanjian MoU Helsinki karena Aceh berhak memiliki bendera sendiri,” kata M. Jhony. []

Laporan : Asnawi.

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here