Catatan Warga Aceh di Mekkah : Masjidil Haram Masih Tertutup, Haji Dijaga Ketat

TEMPIAS.ID | Mekkah – Seorang warga Aceh yang tinggal di Makkah, Teuku Fakhri, mengatakan, suasana sekarang Arab Saudi, khususnya tanah suci, memang mulai agak longgar. Makkah dan Madinah, misalnya, tak seketat dahulu dan kini sudah tak ada lagi jam malam.

“Makkah, misalnya, mulai longgar. Penduduk bisa sedikit bebas meski ada kewajiban dan hukuman bila keluar ruangan tanpa masker. Bisa terkena denda sampai 1000 riyal dan bagi orang asing bisa dipulangkan. Supermarket memang mulai buka meski harus mengadu para berbagai aturan terkait pembatasan, misalnya tak boleh sampai ada kerumunan. Semua diawasi ketat. Tapi, lumayanlah sudah sedikit kondusif,” kata Teuku Fakhri yang tinggal di sekitar Mina, Makkah, sejak dua tahun silam, melalui percakapan telepon dengan Republika.co.id, Kamis (25/6).

Fakhri mengatakan, bereda dengan yang lain, khusus Masjidil Haram sampai hari ini masih ditutup untuk umum. Masjid itu sementara waktu hanya dipergunakan kalangan terbatas, misalnya para pekerja di sana atau pengurus masjid. Orang awam belum bisa sholat di Masjidil Haram.

“Kalau dilihat bahwa musim haji akan dibuka maka kira-kira menjelang Idul Adha baru Masjidil Haram dibuka dan saya dengar akan ada banyak aturan nanti. Misalnya, soal sterlisasi hingga jalan masuk masjid dan jalan keluar masjid yang dipisah. Pintu masuknya dan keluarnya tak semua dibuka,” katanya.

Tak hanya warga luar Saudi yang susah naik haji pada tahun ini. Warga Saudi pun tak gampang bila naik haji tahun ini. Semua harus mendaftar dan jumlahnya jamaah hajinya nanti tak boleh lebih dari 10 ribu orang. Mereka pun harus dicek kesehatannya secara rutin dan harus menjalani karantina selama dua pekan setelah menunaikan haji. “Pokoknya banyak sekali aturan terkait soal jamaah haji tahun 2020 dari Pemerintah Saudi,” katanya menegaskan.

“Di Madinah pun begitu. Saya yang ke Masjid Nabawi beberapa hari lalu, ketika Masjid Nabawi juga harus mematuhi protokol kesehatan, misalnya memakai masker dan tidak berhimpitan dan membuat kerumunan. Masjid Nabawi memang sudah dibuka dan Kota Madinah pun sudah tak ada jam malam. Sama dengan Makkah, warga keluar rumah juga harus memakai masker. Sama dengan Makkah, di Madinah semuanya diawasi secara ketat,” katanya.

Menjawab pertanyaan mengenai cara pergi dan pulang dari Makkah ke Madinah maupun sebaliknya, Fakhri menyatakan, perjalanan itu bisa memakai kendaraan pribadi atau umum, misalnya menumpang bus Saptco. Namun, layanan kereta api cepat Haramaian yang melayani rute Makkah-Madinah sampai hari ini belum dibuka. Tampaknya layanan itu baru akan dibuka beberapa bulan mendatang. “Juga anak-anak di Saudi belum bersekolah. Kebetulan lazimnya sekolah di Makkah dan Madinah baru buka setelah musim haji usai,” kata Fakhir menegaskan.[]

Sumber : Republika

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here