Beranda News Cina Luncurkan Aplikasi Deteksi Kontak Dekat Virus Corona

Cina Luncurkan Aplikasi Deteksi Kontak Dekat Virus Corona

- Advertisement -

TEMPIAS.ID |Pemerintah Cina secara resmi telah meluncurkan aplikasi detector kontak dekat. Dikutip laman BBC, Selasa (11/2), aplikasi ini memungkinkan orang untuk memeriksa apakah mereka beresiko terkena virus corona atau tidak.

Adapun cara kerjanya adalah, para pengguna tinggal memasukkan nama dan nomor identitas mereka ke dalam ponsel yang sudah dipasang detektor. Selang bebera menit kemudian, mereka akan melihat hasilnya apakah mereka terinfeksi virus atau tidak pasca kontak dengan si penderita.

Mereka yang telah melakukan kontak dengan penderita Virus Corona disarankan tetap tinggal di rumah dan menghubungi otoritas kesehatan lokal.

Aplikasi itu dikembangkan oleh Kantor Umum Dewan Negara, Komisi Kesehatan Nasional, dan Cina Electronics Technology Group Corporations (CETC).

Perlu diketahui, total penderita virus corona mencapai 40.171 di Cina. 908 diantara telah dinyatakan tewas di Wuhan, sisanya di provinsi Hubei. Sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi kasus itu dan beberapa negara mengevakuasi warganya dari Hubei.

Negara Uni Emirat Arab (UEA) telah mengonfirmasi delapan kasus Virus Corona.

“Pasien adalah seorang warga India yang berinteraksi dengan orang yang baru-baru ini didiagnosis terpapar Virus Corona,” kata pernyataan resmi Kementerian Kesehatan UEA.

Sementara, Hong Kong telah mengevakuasi warga dari gedung tempat tinggal di Distrik Tsing Yi, New Territories. Di lokasi ini, sebanyak dua orang dikonfirmasi dengan Virus Corona yang tinggal di lantai berbeda.

“Pemerintah menyelidiki dugaan penyebaran dari dua kasus di gedung itu,” kata pernyataan Direktur Pusat Proteksi Kesehatan Hong Kong Dokter Wong Ka-hing.

Pemerintah Hong Kong telah mengonfirmasi 42 kasus virus itu. Dr Wong menyatakan tidak jelas berapa banyak orang di gedung itu. Mereka yang sudah terdeteksi gejalanya akan dikarantina sebagai langkah pencegahan.

Sejumlah maskapai jufa telah membatalkan penerbangan ke Cina. Data terbaru adalah British Airways (BA) yang membatalkan semua penerbangan ke Cina hingga Maret 2020.  Pemerintah Inggris terus mengimbau semua warganya agar tidak pergi ke Cina daratan kecuali dalam keadaan mendesak saja.

“Kami telah membatalkan penerbangan menuju dan dari Beijing serta Shanghai hingga 31 Maret 2020,” papar juru bicara BA.[]

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here