Gelapkan Dana Gampong, PJ Keuchik Diciduk Polisi Setelah DPO

TEMPIAS.ID | Lhokseumawe – Jajaran Kepolisian dari Satreskrim Polres Lhokseumawe, menangkap ILM (41), Pj keuchik Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

ILM merupakan seorang PNS Pemko Lhokseumawe yang diduga telah menggelapkan dana gampong senilai Rp 361.480.000.

Kapolres Lhokseumawe AKBP, Ari Lasta Irawan melalui Kasatreskrim AKP Indra Herlambang SIK mengatakan, ILM yang tercatat sebagai Pj Keuchik ini menjabat selama satu tahun enam bulan sejak 2017 lalu.

“Pada tahun 2017 lalu, ILM selaku tersangka telah mengambil uang sebanyak tujuh kali. Dana ini berasal dari dana gampong dengan total anggarannya Rp793.034.000 yang bersumber dari APBN 2017,” kata Kapolres melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang via Whatsapp, Minggu (23/2).

Berdasarkan kronologis, pengambilan uang dilakukan ILM dengan cara memalsukan tanda tangan bendahara pada lembaran cek sebanyak empat kali.
Awalnya ini melakukannya pada pada bulan September dua kali. Kemudian pads Oktober satu kali dan Desember satu kali, dengan total sebanyak Rp300 juta lebih.

For Tempias.id

Kasat Reskrim AKP Indra menambahkan,
tersangka juga mengambil kembali yang turut diketahui langsung oleh bendahara gampong. Pengambilan itu dilakukan
pada bulan Agustus 2017 lalu sebanyak satu kali. Kemudian pada Desember 2017 tersangka kembali menaril sebanyak dua kali dengan total dana sebanyak Rp110.275.000.

“Dana yang diambil dan diketahui bendahara gampong tidak diserahkan kepada bendahara. Jadi total dana gampong yang dikuasainya itu sebanyak
Rp410.275.000 yang bersumber APBN 2017. Tersangka saat itu hanya mengembalikan sebanyak Rp 85 juta setelah dipakai. Setelah diaudit, tersangka telah merugikan negara sebanyak Rp 361.480.000,” kata Kasat Reskrim Indra T Herlambang.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagai telah diubah dalam UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantassn tindak pidana korupsi. Tersangka diancam pidana seumur hidup atau pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 Miliar. [ ]

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here