Jejak Yahudi di Bumi Serambi Mekkah

Di kompleks ini ada sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal Belanda dimakamkan disini. Sementara itu, ada sekitar 24 makam merupakan makam warga Belanda keturunan Yahudi

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Logo Bintang David terukir jelas di sebuah batu nisan yang terbuat semen. Di bawah logo itu, terukir nama Hermann Werebeitschik, Geb. Te Grogng, Ausland, Oug 5 Jaar. Inilah nama si empu jasad disana yang terbaring mati di Koetaradja, 23 Oktober 1931 lalu. Nisan ini berada di bawah salah satu pohon trembesi di kompleks pemakaman Kherkhoff, Banda Aceh.

Kompleks makam yang dikenal dengan sebutan Peutjut merupakan jejak saksi bisu dahsyatnya peperangan di Aceh. Kherkhoff ini merupakan areal pemakaman militer Belanda kedua terbesar di Indonesia setelah Tanah Abang, Jakarta. Kompleks seluas 3,5 hektare ini berlokasi bersebelahan langsung dengan Museum Tsunami.

Di kompleks ini ada sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal Belanda dimakamkan disini. Sementara itu, ada sekitar 24 makam merupakan makam warga Belanda keturunan Yahudi. Hal ini bisa dilihat dengan tanda pentagram dan tulisan ibrani yang terukir di sejumlah nisan. Adapun tulisan ibrani dapat dijumpai pada nisan Solomon Mozez, Juda Joseph, Rachel Emmanuel, L. Bipkenfeld, Catharina Daniels, Evelline Goldenberg, Meir Bolchover dan Deborah Bolchover. Begitu halnya logo ular melingkar di nisam milik Jenderal Kohler Ridder.

Deborah Bolchover merupakan tuan tanah pemilik lahan yang menjadi perkampungan Sukaramai saat ini. Keduanya merupakan seorang pedagang yang memiliki lahan dan membuka perkebunan serta membangun komplek perumahan saat Belanda melebarkan eskpansinya ke Aceh abad 19 lalu. Lahan milik Bolchover kini berubah menjadi Gampong Blower dan telah dialihstatuskan saat Indonesia merdeka.

“Ada sekitar 24 nisan milik Belanda keturunan Yahudi yang tersisa pasca musibah tsunami. Makam mereka terletak persis di perbatasan tembok dengan gampong Blower. Setahu saya ada sekitar 30-an nisan milik Yahudi Belanda,” ujar Amri, penjaga kuburan Kherkhoff kepada TEMPIAS di lokasi, Minggu (15/12).

Selama ini, Kherkoff dikenal sebagai kompleks makam tentara Belanda yang tewas di masa peperangan saat hendak mengganggu kedaulatan Kerajaan Aceh Darussalam. Kuburan Kerkhoff merupakan pemakaman terbesar kedua tentara Belanda setelah yang pertama terbesar di Belanda.

“Tahun lalu ada satu keluarga dari Rusia dan Inggris yang berkunjung kemari. Mereka katanya adalah cicit langsung dari Bolchover. Mereka mengaku baru tahu kalau buyutnya ini dimakamkan disini,” ujar Amri.

Memasuki pintu gerbang kompleks makam, pengunjung akan disambut tembok tinggi melengkung. Pintu gerbang yang berkontstruksi beton ini dibangun sekitar tahun 1893. Pada bagian atas tertulis “Aan Onze Kameraden Gevallen Op Het Ved Van Eer” yang artinya “untuk sahabat kita yang gugur di medan perang”. Tulisan ini juga tertulis dalam tiga bahasa, yakni Arab Melayu dan aksara Jawa kuno.

Pintu Gerbang masuk kompleks Kherkhoff di Banda Aceh. Dok. TEMPIAS.ID

Sementara pada dinding gerbang tertera nama-nama serdadu maupun jenderal Belanda yang tewas diujung rencong pejuang Aceh. Sebagian mereka yang merenggang nyawa di tangan pejuang Aceh mayoritas orang pribumi. Mereka adalah tentara Marsose yang direkrut sebagai pasukan khusus menjadi serdadu Belanda.

Lokasi pemakaman ini menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara asal Belanda. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.

Di area ini juga terdapat makam putra Sultan Iskandar Muda, yaitu Amat Popok yang diduga berzina dan dijatuhi hukuman rajam. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles