Kisah Warga Amerika Rasakan Lockdown Selama Ramadhan

TEMPIAS.ID | New York – Shaista Shiraz tidak memiliki seorang pun sejak menetap di Westchester County, Manhattan Utara. Wanita berusia 34 tahun ini meninggalkan rumah di Atlanta, Georgia sejak lima tahun lalu. Ia memilih hijrah ke Manhattan setelah bercerai di kota New York. Di kota inilah, Shiraz memiliki sanak keluarganya.

Sejak pindah ke kota Manhattan, ia sama sekali tidak memiliki teman. Ia hanya membesarkan kedua anaknya. Ramadhan tahun ini, menjadi cobaan berat baginya di tengah pendemi Covid-19.

Ramadhan dimulai pada Jumat (23/4), dimana umat muslim di seluruh dunia akan menahan makan dan minum mulai terbit fajar hingga matahari terbenam. Namun pada tahun ini, wabah corona akan mencemaskan jutaan umat muslim di Amerika untuk beribadah di Masjid selama ramadhan.]

Mesjid bukan hanya menyediakan makanan iftar (berbuka puasa). Tapi disini menjadi titik sentral pertemuan dan sekaligus merajut persaudaraan. Mulai dari pengusaha kaya, akademisi hingga masyarakat biasa berkumpul disini. Selama ramadhan, masjid selalu dipenuhi jamaah untuk melaksanakan salat tarawih dan ibadah ekstra lainnya. Tahun ini agak sedikit berbeda, umat muslim harus bersilaturahim virtual.

“Ini adalah ujian yang berikan Allah dan kita harus belajar hikmah dibalik tersebut,” tulis Shaita Shiraz.

Di kota kami New York, ada sebuah Islamic Center yang aktif menyediakan iftar setiap hari. Aneka hidangan itu dapat menampung sekitar 10 ribu umat muslim. Menurut keterangan Imam Khalid Latif selaku imam di Islamic Center, rata-rata umat muslim lebih dari seribu umat muslim berbuka puasa setiap hari.

“Kesendirian ini sangat terasa sekali. Awalnya banyak sekali orang yang saya kenal, baik antar sesama muslim maupun warga lainnya. Tapi dengan berkumpul bersama-sama, terciptanya keharmonisan dan rasa persaudaraan yang kuat. Khususnya bagi mereka yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga dan tinggal sendirian di kota ini,” kata Imam Khalid Latif.

Pada 2017 lalu, umat muslim di Amerika Serikat melonjak naik menjadi 3,45 juta. Jumlah ini semakin meningkat. Berdasarkan penelitian dari riset PEW Reserach Center, Islam akan menjadi agama kedua terbesar di Negeri Paman Sam setelah Kristen.

Tulisan ini dikutip di laman THE GUARDIAN. Artikel berjudul “American Mulsims face a lonely Ramadhan during lockdown” kemudian diterjemahkan secara ringkas. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here