Beranda News Lamteuba, Desa Kecil Yang Berbebah Dari Ketertinggalan

Lamteuba, Desa Kecil Yang Berbebah Dari Ketertinggalan

- Advertisement -

TEMPIAS.ID | Aceh Besar – Mengisi hari libur tentu beragam cara. Menghabiskan liburan terkadang tak mesti mewah dan mahal demi mencari kebahagiaan. Karena badan dan pikiran perlu kesimbangan agar semakin fresh.

Travelling kali ini, saya sengaja memilih ke kawasan Lamteuba, sebuah desa kecil ke Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Selain panorama alamnya yang indah, penduduk setempat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani ini terkenal juga ramah terhadap pendatang.

Semasa konflik berkecamuk, Lamteuba disebut-sebut sebagai sebuah pemukiman terpencil. Secara administratif, Lamteuba memiliki delapan desa. Jaraknya sekitar 54 kilometer dari pusat kota Banda Aceh.

Desa yang terletak di kaki Gunung Seulawah Agam ini merupakan benteng pertahanan strategis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Apalagi kawasan ini terkenal subur sehingga tanaman ganja tumbuh liar disana.

Pasca perjanjian damai, Lamteuba kian berubah mengejar ketertinggal. Peradabannya yang maju semakin menggeliat, sehingga perputaran ekonomi masyarakat terus berkembang.

“Dulu kawasan ini memang mudah didapat tanaman ganja. Bahkan tumbuh liar sendiri karena dulunya pendapatan warga disini,” kata warga setempat kepada TEMPIAS.ID, Minggu (16/2) kemarin.

Narasumber yang menolak namanya ditulis ini mengatakan, pernah ikut terlibat langsung dalam bisnis gelap tersebut. Awalnya, ada tauke yang bersedia memberikan pinjaman modal baginya untuk membuka lahan ganja. Pun demikian, ia tetap menolak rincian modal biaya yang digelontorkan untuk penanamannya ganja tersebut.

“Pokoknya ada. Tugas kami hanya membersihkan lahan dan kemudian menaburkan benih. Biasanya kami tanam secara liar. Kami biarkan tanaman itu tumbuh sendiri. Kami hanya menunggu panen tiba,” katanya lagi.

Ditanya kemungkinan adanya penggerebekan, ia tak terlalu merisaukannya. Pasalnya, informasi itu duluan bocor ke telinga petani sehingga aman dari ciuman aparat kepolisian. Biasanya, hamba hukum itu hanya mendapati hamparan ladang ganja tanpa jejak si pemilik.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat, ada sekitar 480 ribu hektare lebih ganja tumbuh subur di Aceh. Pada 1 April 2016 lalu, kawasan Lamteuba menjadi target pemusnahan ladang ganja yang dipimpin langsung oleh Kapolri, Badrodin Haiti. Ketika ini menjadi sinyal awal pemusbahan lahan marijuana seluas 189 hektare di Provinsi Aceh.

Sebagai gantinya, ia bersama warga setempat diberikan modal untuk berkebun palawija. Ini didorong aparat keamanan untuk terus memberantas peredaran ganja ke luar Aceh.

Kini, Lamteuba kian berbenah. Peradaban warga setempat kian ditingkatkan seiring perkembangan zaman. Desa yang awalnya dikenal zona hitam kian menjelma menjadi desa maju dan ramah kepada pendatang. []

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here