Beranda News Laskar Bercadar Deklarasi Tarbiyah Islamiyah

Laskar Bercadar Deklarasi Tarbiyah Islamiyah

- Advertisement -

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Mereka segera bersiap dengan barisan rapi ketika mendengar aba-aba dari instruktur barisan. Barisan yang mayoritas perempuan bercadar ini segera memasuki arena lapangan di kompleks Makam Syiah Kuala Banda Aceh, Sabtu (14/3).

Selembar bendera hijau berlambang Masjidil Haram dibentangkan. Kemudian diikat pada seutas tali dan dikibarkan pada sebuah tiang sudut depan kompleks makam. Bendera itu adalah bendera Tarbiyah Islamiyah mazhab Syafi’i.

Diringi shalawat dan takbir, bendera hijau ini terus dinaikkan ke atas tiang. Pengibaran bendera bertepatan dengan haul Imam Syafi’i dan sekaligus Haul Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i.

Imam Syafi’i adalan salah satu imam dari empat mazhab terkenal. Nama aslinya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib. Nama terakhir yang disebutkan adalah kakek dari Rasulullah.

Bagi masyarakat Indonesia, tentu tidak asing dengan mazhab Imam al-Syafi’i. Mazhab atau aliran ini cukup banyak dianut di Indonesia, bahkan bisa dibilang mayoritas di Indonesia.

Menurut penuturan Tgk H Usman Ibni Abdillah, islam mulai masuk ke nusantara  dibawa oleh ulama jazirah Arab ke Pase (Aceh Utara). Setiba disana, ulama yang mayoritas bermazhab Syafi’i tersebut disambut hangat oleh seorang Raja Pase bernama Malikul Saleh.

“Islam tersohor di Pase, yang dibawa Islam dari Arab ke Pase oleh ulama bermazhab Syafi’i. Seluruh dayah-dayah, meunasah (surau) dan rumah-rumah di Pase diajarkan ilmu agama Islam bermazhab Syafi’i,” kata Tgk H Usman Ibni Abdillah atau akrab disapa Abati Banda Dua.

Ajaran Islam kian berkembang pesat dibawah kerajaan Pase hingga ke seluruh pelosok nusantara bahkan ke Asia Tenggara. Kemudian kerajaan Pase ini menjadi sebuah kerajaan megah dengan peradaban maju pada abad ke-13 M.  Pada saat itu, banyak ulama-ulama dibawah pimpinan Syech Maulana Ibrahim atau dikenal Wali Songo ikut menyebarkan islam ke Pulau Jawa. Ini sebagai bukti bahwa kerajaan Samudera Pase telah berkontribusi besar dalam menyebarkan ajaran Islam ke nusantara hingga ke Asia.

“Arti Tarwiyah Islamiyah yaitu mendidik Islam. Saat kerajaan Pase hilang kemudian bermigrasi ke Kuta Raja (Banda Aceh), lahirlah seorang ulama besar, Syech Abdul Rauf Al Fansuri atau Abu Syiah Kuala yang kini dimakamkan disini. Semasa hidupnya, Abu Syiah Kuala turut menyebarkan ajaran Islam bukan hanya ke seantero nusantara, tapi juga ke Asia Tenggara hingga Eropa dengan mazhab Imam Syafi’i,” kata Abati Banda Dua.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua Forbes DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil, anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, polresta Banda Aceh, Dandim 01/01 BS dan unsur muspika Banda Aceh. [ ]

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here