Lecehkan Pelanggan, Seorang Pekerja Refleksi Dibekuk Polisi di Banda Aceh

TEMPIAS.ID | BANDA ACEH – MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan seksual terhadap seorang pria berinisial RI (30), warga Aceh Besar. RI tak lain adalah pelanggan pijatnya di sebuah tempat fefleksi di Banda Aceh. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/9) sekira pukul 12.00 WIB.

MZ ditangkap oleh unit Reserse Kriminal Polsek Kuta Alam berdasarkan laporan polisi nomor LP.B / 169 / IX / YAN.2.5 / SPKT tanggal 16 September 2020 tentang dugaan tindak pidana pelecehan seksual sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 jo pasal 1 angka 27 qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Kapoltesta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Mukhtar Chalis mengatakan, kejadian yang menimpa korban RS disaat sedang melakukan refleksi badan di salah satu tempat kebugaran ternama di Banda Aceh.

“Untuk mendapatkan pelayanan pijat refleksi, korban sekitar jam 12.00 WIB menuju ke salah satu tempat refleksi di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh dan bertemu dengan pelaku serta diarahkan ke lantai dua. Selanjutnya pelaku MZ mulai melakukan pijat refleksi terhadap korban,” kata Iptu Mukhtar Khalis pada Sabtu (18/9).

Adapun kronologisnya, saat pelaku MZ sedang memijat korban, dirinya meminta korban untuk melepaskan celana dalam milik korban. Namun korban menolak. Pelaku pun memijat tubuh korban hingga ke bagian selangkangan.

Tiba – tiba pelaku MZ menarik bagian bawah celana dalam korban hingga terbuka. Pelaku kemudian memijat selangkangan korban hingga ke bagian dubur korban. Lalu pelaku memijat dibagian perut hingga turun ke bagian kemaluan korban.

“Secara sontak, korban merasakan alat kelaminnya sudah masuk kedalam mulut pelaku,” tambahnya.

Tak terima perlakuan itu, korban langsung bergegas memakai pakaiannya kembali. Korban pun langsung melaporkan perihal kejadian ke Polsek Kuta Alam.

Usia mendapat laporan korban, polisi langsung mengejar pelaku. Pelaku berhasil dibekuk empat jam kemudian di tempat kebugaran.

Dalam kasus ini, polisi turut memyita barang bukti berupa satu lembar bukti pembayaran refleksi dan satu celana dalam warna biru milik korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MZ dijerat pasal 46 jo pasal 1 angka 27 qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman 45 kali cambuk atau 450 gram emas murni atau 45 bulan penjara. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here