Beranda Lifestyle Legitnya Kopi Kocok Lameue, Latte Khas Pidie

Legitnya Kopi Kocok Lameue, Latte Khas Pidie

- Advertisement -

#jalanjalan

TEMPIAS.ID | Sigli – Terletak di ujung Pulau Sumatera, Aceh terkenal kaya akan sumber daya alamnya yang berlimpah. Salah satunya lumbung kopi terbaik nusantara. Tanaman kopi tumbuh subur nan lebat di negeri Serambi Mekah tersebut.

Kopi Kocok khas Lameue saat disajikan bersama Leumang. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Kopi Kocok khas Lameue saat disajikan bersama Leumang. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Dari sinilah, aneka sajian si biji hitam ini dikemas dalam berbagai jenis dan rasa. Contohnya di Desa Lameue, Kecamatan Sakti, Pidie yang menyajikan kopi kocok. Di desa ini, kopi ini diracik dengan menggunakan kuning telur dari ayam kampung dan sedikit gula. Hasilnya, semerbak wangi dan legitnya kopi kian terasa memanjakan lidah.

Lokasi ini hanya berjarak sekitar 15 menit dari Kota Sigli, atau sekitar dua jam lebih perjalanan dari pusat ibu kota Banda Aceh.

Iskandar, pemilik warung membakar leumang. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Iskandar, pemilik warung membakar leumang. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Bila ingin ke lokasi, para pengunjung akan melewati hamparan persawahan warga yang membentang sejauh mata memandang.  Begitu halnya dengan suasana warung yang terlihat sederhana. Dindingnya hanya berkonstruksi papan dan semipermanen serta tidak mempunyai papan nama. Lama kelamaan, warung yang terletak di jantung pedesaan ini kian dikenal sebagai sajian kopi late khas Pidie tersebut. Apalagi, legitnya kopi kocok bila dinikmati dengan lemang yang disajikan khusus di warung.

Proses pembakaran leumang. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Proses pembakaran leumang. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Iskandar, selaku pemilik warung menuturkan, sajian istimewa ini ternyata sudah tenar di era 1980-an. Selain bisa memanjakan lidah, kopi ini juga bisa menambah stamina. Kopi late khas Pidie ini umumnya menjadi incaran warga di pagi hari. Hal ini dikarenakan kopi kocok yang dicampur sedikit kopi, teh, dan kuning telur ayam kampung ini mampu menyuplai energi tambahan.

“Masyarakat di sini sering menamakan kopi ini poding. Begitu halnya dengan lemang, permintaannya yang terus meningkat,” ujar Iskandar kepada TEMPIAS.ID, Sabtu (27/6).

Iskandar mengisahkan, warung yang didirikan sejak masa masa Daerah Operasi Militer (DOM) ini tidak terlepas dari kebiasaan warga yang sering menikmati kopi di saat menjelang subuh hari. Hal ini menjadi tradisi warga setempat yang mayoritas petani dan pedagang ini sebagai asupan gizi tambahan. Jika persediaan habis, warga ini rela menyeberangi sungai yang membelah kampung setempat demi menikmati secangkir kopi kocok tersebut.

Lama kelamaan, Iskandar mulai berinisiatif membuat resep rahasia agar citra rasa kopi dan telur ayam semakin nikmat dan harum. Akhirnya kopi kocok ini semakin dikenal warga sehingga jumlah permintaan dari hari ke hari semakin meningkat.

“Itu sudah seperti tradisi turun temurun di sini. Makanya dulu bakda subuh hingga pukul delapan pagi masih banyak warga nongkrong di sini menikmati kopi kocok,” tambah Iskandar.

Adapun cara penyajian kopi ini, Iskandar membeberkan sedikit rahasia tata cara penyajian kopi late khas Pidie yang bisa menggoyang lidah penikmatnya. Adapun menu yang disajikan di antaranya sebutir telur ayam kampung dicampur dengan sedikit kopi dan teh.

“Kuning telur yang sudah ditambah sedikit gula dikocok dengan lidi. Lalu dicampurkan sedikit kopi dan teh dalam keadaan  mendidih. Tujuannya agar menambah citra rasa dan aroma khas kopi agar tidak berbau amis,” kata Iskandar.

Dibantu tujuh pekerjanya, Iskandar kini siap melayani para pelangggan saban harinya mulai sejak pukul 15.00 hingga 03.00 WIB. Setiap harinya, ia menghabiskan rata-rata sekitar lebih dari 300 cangkir kopi beserta telur ayam kampung. Sedangkan untuk sajian lemang terjual lebih dari 200 bambu.

Sajian kopi kian terasa nikmat saat dipadu dengan legitnya durian khas Tangse. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

“Apalagi jika berbarengan dengan musim durian, lemang bisa laku lebih banyak lagi,” ujar Iskandar.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Burhanuddin mengaku sangat mengagumi kopi kocok khas Pidie tersebut. Pemuda asal Aceh Utara berharap agar cita rasa dan aroma khas terus dijaga.

“Kenikmatannya sungguh tiada tara. Cita rasa dan keharumannya perlu dijaga keasliannya demi menjaga tradisi pada salah satu kuliner khas Pidie ini,” kata Burhanuddin.

Hal senada juga diungkapkan Mirza Ferdian, kopi latte khas Pidie ini kian menjadi sajian yang sangat primadona bagi kalangan anak muda. Warga asli Lambhuk, Banda Aceh ini mengatakan, selain bisa memanjakan lidah, kopi kocok juga bisa menjadi asupan energi. Hal ini dikarenakan kopi kocok yang dicampur sedikit kopi, teh dan kuning telur ayam kampung ini mampu menyuplai energi tambahan.

“Cita rasa dan kenikmatannya benar-benar khas. Belum lagi khasiatnya sebagai asupan energi sehingga cocok bagi kami yang sering melakukan kunjungan kerja ke luar daerah,” ujar Mirza Ferdian.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba menikmati segelas kopi latte khas Pidie tersebut cukup merogoh kocek Rp 6 ribu saja. []

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here