Libatkan TNI, Salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Kembali Terapkan Protokol Kesehatan

TEMPIAS.ID | BANDA ACEH – Di tengah pandemi Covid-19, warga Banda Aceh tetap menggelar salat Jumat berjamaah meskipun adanya himbauan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh agar mengganti salat jumat ke dzuhur.

Pantauan TEMPIAS.ID, jamaah salat jumat di Masjid Raya Baiturrahman hari ini (25/9) tetap terlihat ramai. Meski jamaah tidak seramai seperti biasanya, namun jamaah tetap khidmat untuk beribadah. Para jamaah juga telah menerapkan jaga jarak dan protokol kesehatan.

Anggota TNI-AD berjaga-jaga di setiap sudut pintu masuk Masjid Raya Baiturrahman saat berlangsung saat jumat. Setiap jamaah diminta menjaga jarak saf salat dan diwajibkan mengenakan masker. Foto Taufik Ar Rifai
Anggota TNI-AD berjaga-jaga di setiap sudut pintu masuk Masjid Raya Baiturrahman saat berlangsung saat jumat. Setiap jamaah diminta menjaga jarak saf salat dan diwajibkan mengenakan masker. Foto Taufik Ar Rifai

Sejumlah petugas dibantu anggota TNI terlihat berjaga-jaga di sejumlah titik dan pintu masuk masjid. Jika jamaah tetap berdiri rapat, anggota TNI dibantu petugas remaja masjid yang sudah berjaga akan mengarahkan jamaah agar menjaga jarak satu sama lain. Selain itu, setiap jamaah juga diwajibkan mengenakan masker saat berada di masjid.

Anggota TNI-AD berjaga-jaga di setiap sudut pintu masuk Masjid Raya Baiturrahman saat berlangsung saat jumat. Setiap jamaah diminta menjaga jarak saf salat dan diwajibkan mengenakan masker. Foto Taufik Ar Rifai
Anggota TNI-AD berjaga-jaga di setiap sudut pintu masuk Masjid Raya Baiturrahman saat berlangsung saat jumat. Setiap jamaah diminta menjaga jarak saf salat dan diwajibkan mengenakan masker. Foto Taufik Ar Rifai

Di pekarangan masjid, panitia juga sudah menyedikan tempat cuci tangan bagi jamaah yang sudah beribadah. Mereka akan diarahkan untuk mencuci tangan sebelum meninggalkan masjid.

Seperti diketahui, MPU Aceh menerbitkan putusan Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya dalam kondisi darurat. Dalam putusannya, MPU menetapkan tujuh putusan. Salah satunya adalah pelasaksanaan salat berjamaah wajib memperhatikan prosedur medis dan protocol kesehatan seperti jarak antar jama’ah  (physical distancing) dan lain-lain.

Putusan itu sendiri diterbikan MPU Aceh pada Rapat Pimpinan Khusus pada Selasa (31/3) lalu.

Aturan salat jamaah dengan menjaga jarak antar jamaah mulai diberlakukan di beberapa masjid di Banda Aceh. Salah satunya di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Dalam poin keempat disebutkan, bahwa  Masjid yang melaksanakan shalat berjama’ah dan shalat Jum’at berdasarkan pertimbangan kemaslahatan di tempat itu, wajib memperhatikan prosedur medis dan protokol kesehatan seperti jarak antar jama’ah  (physical distancing) dan lain-lain.

“Mengingat wabah corona yang semakin meluas, maka masyarakat boleh melaksanakan salat jumat dan berjamaah berdasarkan prosedur medis. Contohnya salat jumat boleh digantikan dengan salat zuhur di rumahnya masing-masing. Begitu juga soal menjaga soal menjaga jarak antar jamaah. Ini dilakukan karena berdasarkan darurat” kata Plt Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali kepada TEMPIAS.ID via telepon seluler, Rabu (1/4) lalu. []

Tinggalkan komentar