Maulid Akbar Banda Aceh. Tu Mad : “Ini Momen Sakral dan Patut Diapresiasi Warga”

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Kota Banda Aceh baru saja menggelar maulid akbar Nabi Muhammad SAW. Perhelatan akbar ini akan menjadi agenda rutin Pemko Banda Aceh setiap tahun. Untuk tahun ini, maulid akbar yang dipusatkan di lapangan Blangpadang ini direncakan akan dihadiri sebanayk 25 ribu tamu undangan. Disana, panitia menyediakan sebanyak 808 hidangan dengan aneka ragam kuliner khas Tanah Rencong. Pada kesempatan itu, panitia juga mengundang penceramah Ustadz Das’ad Latief. Da’i kondang yang bikin decak kagum netizen ini akan memberikan santapan rohani bagi masyarakat kota Banda Aceh. Untuk memberkahi tersebut, 1000 anak yatim turut diundang untuk menikmati aneka hidangan yang tersaji.

“Ini momen sakrat yang patut dipertahankan oleh masyarakat Aceh. Apalagi Pemko Banda Aceh sudah menetapkan maulid akbar sebagai kalender tetap,” kata Tuanku Muhammad, ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada TEMPIAS.ID, Kamis (6/2).

Legislatif termuda di balantika parlementaria ini sangat mengapresiasi helatan akbar ini. Baginya, peringatan maulid senantiasa bias terjalin silaturrahim kuat antar seluruh unsur warga kota Banda Aceh. Menurutnya, banyak sekali hikmah dibalik perayaan maulid akbar tersebut. Salah satunya adalah momen berkumpulnya masyarakat tanpa sekat kasta. Disana, rasa gembira bercampur bahagia tersirat.

Berdasarkan jejak historisnya, maulid merupakan tradisi yang sudah turun temurun di masyarakat Aceh dalam memuliakan Rasulullah SAW. Sejak masa kesultanan Aceh Darussalam, perayaan ini merupakan wujud kegembiraan dan penghormatan masyarakat Aceh kepada Nabi Muhammad SAW.

“Dalam tradisi ini, sejumlah turis asing hadir. Disana, mereka bisa melihat langsung bagaimana rasa solidaritas dan toleransi masyarakat Aceh yang sudah mengental.Tentu ini bisa menjadi  magnet kedepannya untuk mengundang kedatangan turis mancanegara untuk datang lebih banyak lagi ke kota Banda Aceh,” kata Tuanku Muhammad.

Sosok yang akrab disapa Tu Mad ini menjelaskan, peringatan maulid tidak hanya sebatas anggapan kenduri atau makan-makan besar. Tapi ada banyak hal positif yang bisa didapatkan. Salah satu pelajaran adalah rasa berbagi dan saling menebar kebajikan antar sesama.

“Segala sesuatu yang bisa membawa kebaikan meskipun tidak ada di zaman Rasulullah. Itu sah-saha saja untuk dilakukan. Apalagi kita ketahui bersama menjadi awal penyemangat kita agar senantiasa menambah rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Tu Mad. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here