Meninggal Di Warung Nasi, Warga Bireuen Ini Dievakuasi Pakai APD

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Seorang warga ditemukan meninggal dunia saat sedang makan siang di sebuah warung nasi di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (25/5). Korban yang kemudian diketahui bernama Fachrul Razi AB (64), warga Cot Gapu Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, almarhum yang kini berdomisili di Lampriet, Banda Aceh ini memiliki riwayat sakit jantung, kolesterol dan lambung.

“Berdasarkan pengakuan keluarganya, almarhum memiliki penyakit jantung, kolestrol dan lambung. Saat itu korban sedang makan siang,, tiba – tiba terjatuh dari kursi dan meninggal dunia di TKP, ” kata Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan pemilik warung, korban sekira pukul 12.30 WIB bertandang ke warung nasi yang beralamat di jalan T. Hasan Krueng Kalee Gampong Peunayong, Banda Aceh. Beberapa saat kemudian korban memesan nasi dan meminta air minum hangat.

Menurut keterangan saksi, almarhum sempat mengeluh bahwa dirinya sedang sakit. Setelah menghidangi nasi serta air hangat, tiba – tiba saat korban yang sedang makan terjatuh dari kursinya.

“Saat korban terjatuh, saksi langsung melakukan pengecekan bagian urat nadi dan leher korban, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Iptu Miftahuda Dizha Fezuono.

Si pemilik warung tersebut kemudian menghubungi Keuchik Gampong Peunayong dan personel Polsek Kuta Alam terkait perihal kejadian. Sesaat kemudian, anggota Polsek Kuta Alam tiba dan langsung memasang garis police line.

“Saat kejadian korban mengenakan pakaian kaos warna putih serta celana jeans warna hitam dan di saku celana korban ditemukan sebuah dompet kulit warna hitam yang berisikan KTP serta uang pecahan 100 ribu satu lembar,” tambah Iptu Miftahuda Dizha Fezuono.

“orban selanjutnya dievakuasi oleh petugas medis Rumah Sakit Zainoel Abidin yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk dibawa ke kamar pemulasaran jenazah. Setiba disana, jenazah korban tidak dilakukan visum et revertum karena ditolak keluarga korban.

Dalam pengamanan TKP, terlihat pihak Kepolisian mengedepankan protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid-19. Selain itu, tim medis dan petugas polsek Kuta Alam iuga dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengevakuasi jenazah korban. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here