Menyelami Jernihnya Sungai Lamsujen

#jalanjalan

TEMPIAS | Aceh Besar – Provinsi Aceh memiliki beragam destinasi menarik untuk dikunjungi. Mulai dari pusat kota Banda Aceh hingga ke lintasan barat selatan menyuguhkan panorama indah yang bikin takjub. Di era medsos saat ini, tempat-tempat yang dulunya tak pernah terjamah, satu per satu kini mulai terlihat dan menjadi destinasi baru untuk dikunjungi.

Meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.15 WIB, kabut tebal masih menutupi perbukitan sehingga suasana sejuk masih terasa manja di kulit. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.15 WIB, kabut tebal masih menutupi perbukitan sehingga suasana sejuk masih terasa manja di kulit. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Spot yang kini mulai dilirik kaum wisatawan ialah Krueng Lamsujen di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Desa ini berjarak sekitar 50 km dari kota Banda Aceh dengan waktu tempuh sekira 45 menit dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam.

Anak kecil sedang mandi di sungai Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Selama akhir pekan, lokasi ini mulai dilirik wisatawan. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Anak kecil sedang mandi di sungai Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Selama akhir pekan, lokasi ini mulai dilirik wisatawan. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Desa Lamsujen mulai kembali bergaung sejak beberapa tahun terakhir. Arus pengunjung yang terus bergeliat menjadi lokasi baru untuk memperbaiki taraf perekonomian warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan. Desa yang tak pernah luput dari amukan tsunami kini mulai berbenah dan kembali membangun peradabannya.

Gemercik air yang mengalir tanpa jeda menjadi daya pikat sendiri bagi pengunjung untuk menghabiskan hari pekan di sungai Lamsujen. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Gemercik air yang mengalir tanpa jeda menjadi daya pikat sendiri bagi pengunjung untuk menghabiskan hari pekan di sungai Lamsujen. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Arus pengunjung, tak terkecuali kaum sosialita terus berdatangan. Tak hanya legitnya durian, Lamsujen ini juga menyuguhkan alam yang masih begitu alami, dan air sungainya yang sangat jernih. Tersembunyi di kaki pegunungan Kulu dan Paroe, desa Lamsujen menawarkan sensasi kesejukan yang bakal membuat pengunjung betah dan enggan pulang.

Panorama dan keindahannya desa Lamsujen kian bikin mata takjub dan terpikat. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Panorama dan keindahannya desa Lamsujen kian bikin mata takjub dan terpikat. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Sepanjang mata memandang, hijaunya pepohonan yang terhampar luas dan gemericik suara air sungai yang mengalir tanpa jeda di balik-balik bukit. Aliran air yang mengalir jernih dan berkilauan tatkala diterpa cahaya matahari. Begitu halnya hamparan kebun durian milik warga terlihat sebelah kiri dan kanan yang memagari desa.

“Airnya jernih sekali. Rasanya ingin lama-lama berendam di sini,” ujar Ibnu Syahri Ramadhan, warga Banda Aceh kepada TEMPIAS.ID saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/6).

Ibnu, begitu sapaan akrabnya mengaku, ia bersama keluarga sengaja menghabiskan liburannya untuk berpiknik ria ke Krueng Lamsujen. Hal ini dikarenakan tempat ini terbilang masih alami dan belum tersentuh tangan pihak pengelola. Ia berharap adanya peran dan kontribusi tokoh masyarakat untuk mengelola tempat ini dan baik.[]

Tinggalkan komentar