Muhammad Hasan Gayo Layak Dapat Predikat Pahlawan Nasional

TEMPIAS.ID | Jakarta – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyatakan, Haji Muhammad Hasan Gayo layak mendapatkan predikat sebagai Pahlawan nasional. Pasalnya, Muhammad Hasan Gayo bukan hanya pernah berjuang merebut sejumlah aset dan manajemen perusahaan Kereta Api di Jakarta dari pasukan Jepang.

“(Muhammad Hasan Gayo motor bangkitnya perlawanan pemuda melawan agresi kedua Belanda di tanah air,” kata Nova Iriansyah pada acara bedah buku Haji Muhammad Hasan Gayo di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Minggu (15/3).

Menurutnya, bumi Aceh merupakan tanahnya para pejuang. Jika didata secara terperinci, mungkin ada ribuan pemuda Aceh yang layak mendapat penghargaan sebagai pejuang.

“Mereka adalah orang-orang yang rela mengorbankan nyawanya bagi tegaknya martabat. Namun untuk mendapatkan pengakuan negara atas perjuangan seseorang itu, tentu butuh penelitian dan kajian mendalam,” kata Nova Iriansyah.

Nova menjelaskan, salah satu kelemahan selama ini adalah kurangnya dokumentasi lengkap tentang para pejuang tersebut. Sehingga pengakuan untuk mereka tidak bisa diberikan dengan serta merta. Dari sekian banyak pejuang bangsa dari Aceh, hanya sedikit yang gerakannya terdokumentasi dengan lengkap.

“Bahkan ada pejuang Aceh yang sudah berjuang ratusan tahun lalu melawan penjajah Belanda, baru mendapat pengakuan sekarang ini,” tambah Nova Iriansyah.

Ia mencontohkan Pahlawan Nasional Malahayati, Laksamana perempuan pertama Indonesia pemimpin pasukan Inong Balee. Dalam sebuah pertempuran pada 1559, Malahayati berhasil menewaskan pemimpin perang pasukan Belanda Cornelis De Houtman.

Kemudian Malahayati bersama Sultan Iskandar Muda berhasil mengalahkan armada laut Portugis pada 1606. Kepahlawanan Malahayati ini baru mendapat pengakuan Pemerintah Indonesia pada November 2017.

Selain Malahayati sebutnya, ada banyak lagi pejuang dari Aceh yang layak mendapat predikat Pahlawan Nasional. Salah satunya, pemuda asal Bumi Linge, Haji Muhammad Hasan Gayo, yang pernah berjuang merebut sejumlah aset dan manajemen perusahaan Kereta Api di Jakarta dari pasukan Jepang.

“Berkat perjuangannya itu, gerakan mempertahankan asset bangsa bergelora di seluruh Indonesia, sehingga seluruh stasiun kereta api di Pulau Jawa berhasil direbut,” sebutnya.

Kisah heroik perjuangan putra Gayo itu dipaparkan di dalam buku berjudul “Keterlibatan Haji Muhammad Hasan Gayo, Pejuang Nasional Dataran Tinggi Gayo dalam Gerakan Kemerdekaan Indonesia (1923-1993)” diluncurkan hari ini.

Menurutnya, saat bergabung dengan pemuda lainnya untuk mendesak Soekarno segera menyatakan kemerdekaan Indonesia setelah Jepang kalah dari Sekutu, serta sebagai motor bangkitnya perlawanan Pemuda melawan agresi kedua Belanda di tanah air. [ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles