Penjual Takjil di Banda Aceh Masih Ramai, Tak Ada Physical Distancing

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Di tengah ancaman pendemi Covid-19, para penjual takjil di kota Banda Aceh masih ramai berjualan. Sayangnya, para pembeli dan penjual terkesan sama-sama mengabaikan aturan Physical Distancing. Amatan TEMPIAS.ID, para penjual takjil di berbagai sudut di kota Banda Aceh masih terlihat saling berdekatan dan bahkan berdesakan.

Salah satu lokasi ramainya penjual takjil adalah di jalan Tgk. Pulo Dibaroh, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman. Lokasi yang terletak sekitar 200 meter dari kompleks Masjid Raya Baiturrahman ini terlihat berjajar para pedagang yang menjual beraneka ragam makanan dan takjil.

Di lokasi ini, terlihat pembeli banyak datang bergerombolan dan berdesakan untuk membeli makanan dan minuman. Selain mengabaikan physical distancing, sebagian dari mereka juga tidak mengenakan masker. Semakin sore mendekati waktu berbuka puasa. pembeli semakin ramai.

Selain mengabaikan physical distancing, sebagian dari mereka juga tidak mengenakan masker. Semakin sore mendekati waktu berbuka puasa. pembeli semakin ramai. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID
Selain mengabaikan physical distancing, sebagian dari mereka juga tidak mengenakan masker. Semakin sore mendekati waktu berbuka puasa. pembeli semakin ramai. Foto : Taufik Ar Rifai/TEMPIAS.ID

Salah satunya penjual gado-gado berinisial AS (45). AS dibantu anaknya terlihat sibuk menjual barang dagangannya kepada pembeli, namun terlihat tidak menggunakan masker.

“Maskernya ada kita bawa, kadang-kadang selalu lupa pakai,” kata AS kepada TEMPIAS.ID, Minggu (26/4).

Meski terlihat ramai, AS mengaku dagangan di bulan puasa tahun ini tidak terlalu ramai pembeli. Berbeda dengan tahun lalu, AS bisa memperoleh keuntungan hingga Rp 1 Juta per harinya.

Sementara itu, Amri (28), warga kota Banda Aceh mengaku was-was ketika membeli makanan untuk berbuka puasa di tengah pendemi covid-19. Namun karena dirinya jarang masak, mau tak mau harus membeli.

“Was-was juga kalo di keramaian begini. Banyak warga disini terkesan mengabaikan aturan physical distancing dan pakai masker. Ini harus ada tindaklanjut dari Pemerintah Aceh agar wabah Corona bisa berakhir,” kata Amri. []

Tinggalkan komentar