Beranda News Presiden Jokowi Tunjuk Moeldoko Tangani Persoalan Aceh

Presiden Jokowi Tunjuk Moeldoko Tangani Persoalan Aceh

- Advertisement -

TEMPIAS.ID | Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo menunjuk Kepada Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI Dr. Moeldoko sebagai tim mediator penyelesaian persoalan di Aceh. Penunjukan mantan Panglima TNI ini untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dirinya dengan elit GAM di Aceh. Hal ini disampaikan Dr. Moeldoko saat menggelar konferensi pers usai mengikuti pertemuan antara dari Aceh dengan Presiden Jokowi.

Adapun tim Elit GAM yang dipimpin oleh Wali Nanggroe, Tgk Malek Mahmud Al Haytar itu mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (13/2).

Turut hadir, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf atau Mualem, Darwis Jeunieb, dan Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas. Hadir juga Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin dan Staf Khusus Wali Nanggroe, DR. Rafiq.

Dalam pertemuan tertutup ini, turut hadir Kepala Staf Kepresidenan(KSP), Dr Moeldoko dan Ketua Wantimpres, Wiranto.

Pada pertemuan itu, Wali Nanggroe menyampaikan sejumlah persoalan Aceh yang masih terganjal di Pemerintah Aceh. Salah satunya adalah terkait belum terimplementasinya beberapa butir-butir MoU Helsinki dan turunan UUPA. Adapun beberapa poin penting dari MoU Helsinki, kata Wali Nanggroe, seperti soal bendera dan lambang, tapal batas Aceh, pertahanan dan sejumlah poin-poin penting lainnya.

“Ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Pusat, mengingat sudah satu dekade silam perjanjian damai ini diteken,” kata Wali Nanggroe, Tgk Malek Mahmud Al Haytar.

Untuk menanggapi hasil pertemuan itu, Presiden Jokowi kemudian menunjuk Kepala Staf Presiden, Dr Moeldoko untuk menangani berbagai isu-isu ini.

“Saya telah menerima instruski dari Presiden untuk memberikan solusi terkait persoalan Aceh. Dalam tiga bulan ke depan sudah ada formula-formula yang bisa menjadi solusi,” kata Moeldoko.

Mewakili Presiden, Dr Moeldoko juga menanggapi terkait harapan pembangunan dan ekonomi Aceh yang belum signifikan pasca perjanjian damai antara RI dan GAM.

“Dalam 15 tahun ini, pembangunan Aceh juga tidak signifikan. Masyarakat Aceh merasakan kurang adanya perubahan. Untuk itu, kita akan koordinasi dengan tim yang ada di Aceh untuk membuat langkah-langkah,” kata KSP, Dr. Moeldoko. []

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here