Pukul Polisi Saat Sosialisasi Covid-19 di Warkop, Mahasiswa di Banda Aceh Ditangkap

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Seorang mahasiswa Banda Aceh berinisial MM (19) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Ia dicokok pihak berwajib karena memukul salah seorang anggota polisi di salah satu warkop di kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Taufiq mengatakan, pelaku memukul seorang polisi yang sedang mensosialisasikan pendemi virus corona atau covid-19.

“Pelaku kesal terkait himbauan polisi yang melarang nongkrong di warkop. Tiba-tiba pelaku mamaki dan langsung memukul polisi yang sedang menyampaikan Maklumat Kapolri bersama Muspika Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh tentang sosial distance,” kata Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Taufiq kepada wartawan, Jumat (27/3).

Berdasarkan kronologisnya, tim gabungan awalnya sedang melakukan sidak ke warkop-warkop di kota Banda Aceh pada Kamis (26/3) sore. Tujuannya untuk mensosialisasikan larangan berkumpul dan nongkrong di warkop-warkop pasca merebaknya pendemi Covid-19.

Saat menyambangi salah satu warkop di Banda Aceh, polisi beserta unsur Muspika setempat meminta agar pengunjung segera membubarkan diri. Hal ini berdasarkan Maklumat Kapolri Nomor: MAK/2/II/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (covid-19).

Saat sedang dilakukan sosialisasi. Tiba-tiba pelaku memaki polisi sehingga terjadi keributan dengan salah satu anggota Polsek Lueng Bata, Bripka Saifuddin.

“Awalnya Bripka Saifuddin mencoba menanyakan kenapa pelaku tiba-tiba marah dan memaki polisi. Bripka Saifuddin mencoba menasehati pelaku. Kemudian pelaku bangun dari tempat duduknya dan langsung memukul petugas di bagian telinga,” kata Kasat Reskrim AKP Muhammad Taufiq.

Akibat pemukulan tersebut, telinga bangian belakang Bripka Saifuddin mengalami pembengkakan. Setelah melakukan visum dan sekaligus membuat laporan pengaduan. Berdasarkan keterangan rekan-rekan pelaku, MM memiliki masalah pribadi dengan keluarganya sehingga meluapkan kekesalan kepada petugas kepolisian.

“Pelaku kini diamankan di Mapolresta Banda Aceh dan dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 212 Jo Pasal 216 ayat (1) Jo Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 Bulan kurungan penjara,” kata AKP Muhammad Taufiq. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here