Beranda News Sering Longsor dan Amblas, Tarmizi SP Minta Jalan Meulaboh - Geumpang Masuk...

Sering Longsor dan Amblas, Tarmizi SP Minta Jalan Meulaboh – Geumpang Masuk Proyek Multiyear

- Advertisement -

TEMPIAS.ID | BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh, Tarmizi, SP mendesak Pemerintah Aceh untuk mengusulkan agar jalan lintas Meulaboh – Geumpang masuk dalam proyek multiyears. Politisi Partai Aceh Dapil 10 ini juga meminta agar jalan lintas tersebut ditingkatkan menjadi jalan nasional.

“Jalan Meulaboh – Geumpang adalah lalu lintas padat antar kabupaten wilayah Barat Selatan, Pidie dan wilayah utara timur Aceh. Ini dikarenakan jaraknya lebih dekat daripada harus keliling lewat Banda Aceh dan Seulawah,” kata Tarmizi SP kepada TEMPIAS.ID, Selasa (28/7).

Menurutnya, jalan tersebut juga merupakan jalan alternatif apabila kawasan Gurutee tak dapat dilintasi. Ia mencontohkan pada saat musibah gempa dan tsunami pada penghujung Desember 2004 lalu. Sehingga warga terpaksa melintasi jalan Meulaboh – Geumpang sebagai sarana alternatif.

Sementara itu, jalan Nagan Raya – Takengon telah ditingkatkan jalan lintas nasional yang bersumber dari APBN.
Menurutnya, jalan lintas Meulaboh – Geumpang seharusnya juga diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh dengan kucuran anggaran lebih besar lagi. Miminal sebesar Rp 100 Miliar untuk tahun anggaran 2021. Dana tersebut digunakan untuk penanganan titik-titik longsor dan pemasangan box di titik-titik amblas.

Pemerintah Aceh jangan hanya fokus ke jalan yang belum bisa dilewati seperti jalan Lamno – Jantho saja. Kalau seperti itu perencanaan dinas, maka sebesar Rp 1 Triliun pun tidak akan selesai selesai pembangunan jalan,” tambahnya.

Ia merincikan, pembangunan jalan Jantho – Lamno sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 24 Miliar dari angggaran tahun 2019 lalu. Itupun hanya diaspal sepanjang 1,2 km dari aran Lamno – Jantho. Kemudian sistem pengerasan dengan sirtu sekitar 1,3 km, terobosan 800 meter.

“Setelah kita cek ke lapangan, jalan tersebut terlalu curam dan terjal. Wajib diturunkan lagi gradenya. Maka dana untuk perkerasan sirtu yang berjumlah miliaran rupiah akan sia-sia,” katanya lagi.

“Itu semua akibat perencanaan yang salah atau disengaja untuk mencari keuntungan besar. Kotraktor sudah bekerja sesuai kontrak, mereka merasa benar. Tapi menurut kami perencanaan yang harus dievaluasi sehingga pembangunan jalan bisa betul-betul efektif dan efisien.
Setelah lebaran nanti akan kita minta pihak terkait untuk melakukan audit forensik di jalan Lamno – Jantho,” pungkasnya. []

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here