Beranda News Sulaiman SE : Dirut RSUZA Jangan Abaikan Hak Tenaga Medis

Sulaiman SE : Dirut RSUZA Jangan Abaikan Hak Tenaga Medis

- Advertisement -

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Anggota DPR Aceh, Sulaiman,SE meminta pihak Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh terus memperhatikan nasib tenaga medis. Penegasan ini disampaikan politisi Partai Aceh ini terkait kinerja mereka yang kurang mendapat perhatian serius. Berdasarkan laporan warga, Sulaiman mengaku miris mendengar jika masih ada petugas medis yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh.

Dari laporan yang diperolehnya, katanya lagi, kondisin keuangan RSUZA kian mengalami pemerosotan. Belum ada adanya anggaran yang harus dipangkas untuk refocussing terhadap penanganan covid-19.

“Anggaran untuk petugas medis jaga malam, baik dokter maupun perawat sudah dipangkas. Begitu laporan yang masuk ke saya. Nah kalau ini terjadi sungguh sangat menyayat hati para pahlawan kesehatan ditengah pandemi corona virus merebak di Aceh,” kata Sulaiman, SE pada Jumat (25/4) malam.

Menanggapi hal itu, ia meminta kepada manajemen RSUZA agar bersikap transparansi partai terkait keuangan rumah sakit. Sehingga tidak ada lagi keluhan dari pihak medis terkait hak mereka.

“Untuk kondisi saat ini, pemerintah sangat menuntut kinerja mereka untuk maksimal. Kemudian disisi lain, manajemen terkesan mengabaikan hak mereka, maka saya butuh penjelasan direktur rumah sakit terkait kondisi ‘kesehatan’ keuangan rumah sakit tersebut,” tambahnya.

Ia mendesak Dirut RSUZA agar tidak mengabaikan janji Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk para tenaga medis.

“Wajib di penuhi semua hak-hak para tenaga medis, apalagi Plt Gubernur Aceh sudah pernah berjanji memberikan insentif lebih kepada petugas medis. Ini akan mendukung kinerja mereka menghadapi pandemi Covid-19 di Aceh,” sambungnya.

Maka dari itu, Sulaiman berharap, meski adanya anggaran yang digeser untuk mendukung penanganan Covid-19. Oleh karena itu,katanya lagi, jangan ada sepeserpun anggaran untuk pendukung tenaga medis dipangkas.  Pasalnya, banyak tenaga medis yang bekerja sambil menangis menangani pasien Covid-19.

“Dirut Rumah Sakit Zainoel Abidin jangan bermain api, jangan sampai gara-gara kebijakan anda, ada ratusan tenaga medis menyayat hati dan terzalimi. Jangan sampai nanti, jangankan memberi lebih insentif untuk tenaga medis, anggaran rutin saja yang sudah dialokasi untuk para tenaga medis akan digeser, jika ini terjadi Dirut Rumah Sakit wajib bertanggung jawab,” kata Sulaiman, SE. []

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here