Terbukti Selewengkan Dana Desa, Mantan Keuchik Ditahan Kejari Bireuen

TEMPIAS.ID | Bireuen – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Bireuen menahan JN, mantan Keuchik Gampong Ruseb Ara, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Senin (6/4). Ia resmi ditahan karena dugaan penyelewengan dana gampong Tahun Anggaran 2018.

Hal ini berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor Print : 753/L.1.21/Fd.1/04/2020 tanggal 06 April 2020.

Kepala Kejaksaan Bireuen, Muhammad Junaedi  melalui Kasi Intel, Fri Wisdom S Sumbayak SH menyebutkan, JN ditahan karena telah melakukan penyimpangan dana gampong sebesar Rp 800 juta lebih. Akibatnya, Akibatnya perbuatannya itu, telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp 296 Juta

“Saat diperiksa, tersangka JN menolak dilakukan pemeriksaan. Katanya ia akan menghadirkan penasehat hukum tersendiri,” kata Fri Wisdom S Sumbayak SH kepada TEMPIAS.ID via telepon seluler.

Sebelum digelandang ke mobil tahanan, tersangka JN sempat menjalani proses pemeriksaan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.15 WIB. Menurutnya, tersangka J ketika menjabat sebagai Keuchik telah melakukan penyelewenangan dana gampong. Akibatnya, tersangka J beserta lembaga Tuha Peut desa setempat akhirnya dikenakan sanksi pecat tidak hormat oleh Pemkab Bireuen. Hal ini sesuai SK Bupati Bireuen Nomor : 147/24 Tahun 2020 dan Nomor 141/23 Tahun 2020.

“Kini, tersangka sudha dititipkan ke sel tahanan Lapas Kelas II B Bireuen,” ujarnya lagi.

Tersangka kini dikenakan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahub 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. SUBSIDAIR : Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahub 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[]

Tinggalkan komentar