Usai Ojek Online, Tarif Taksi Online Juga Naik

TEMPIAS.ID | Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan akan resmi menaikkan tarif ojek online (ojol). Dikutip dari laman DETIK, tarif kenaikan ini kemungkinan hanya terjadi di Jabodetabek.

Selain ojek online,  taksi online rupanya juga berpotensi mengalami kenaikan.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani mengatakan, kenaikan tarif merupakan usulan sopir atau driver. Pihaknya pun tengah melakukan pembahasan.

“Temen-temen mengusulkan naik, tapi kan saya belum bisa langsung menaikkan nunggu ada pendapat YLKI selaku pengguna temen-temen di situ,” kata Ahmad Yani, Minggu (9/2/2020).

Menurutnya, driver mengusulkan naik lantaran tarif taksi online tidak berubah selama 3 tahun. Hal itu juga ditambah dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Pertama sudah 3 tahun dari 2017. Mereka mengusulkan kenaikan dan beberapa komponen tarif misalnya BPJS dia menyampaikan begitu,” kata Ahmad Yani.

Ahmad Yani menambahkan, persoalan tarif ini baru pembahasan awal. Kemenhub juga akan meminta pandangan Yayasan Lembaga Kosumen Indonesia (YLKI) sebagai perwakilan dari masyarakat.

“Tapi kami masih membahas awal, belum bersama-sama YLKI kami juga sedang akan melakukan, melihat tingkat kemampuan dan kemauan masyarakat,” kata Ahmad Yani. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here