Warga Banda Aceh Yang Halangi Proses Pemakaman Jenazah Covid-19 Akan Diproses Hukum

TEMPIAS.ID | Banda Aceh – Polresta Banda Aceh akan menindak tegas pihak yang sengaja menghalangi prosesi pemakaman jenazah covid-19. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto terkait penolakan prosesi pemakaman jenazah berinisial SUK (63), warga Sumatera Utara di salah satu gampong di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Rabu (17/6) lalu.

Seperti diketahui, SUK merupakan pasien yang meninggal dunia akibat terpapar covid-19. Awalnya, jenazah korban rencananya akan dikebumikan di salah satu kawasan Aceh Besar. Namun karena ditolak warga, prosesi pemakaman dilakukan di komplek milik RSUZA Banda Aceh, Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

“Warga tidak boleh menolak atas korban covid-19 yang meninggal di Aceh, terutama dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dalam keterangannya, Jumat (19/6).

Menurutnya, warga yang bermukim di sekitar areal perkuburan tidak perlu khawatir adanya jenazah pasien covid-19 dimakamkan di sekitar lingkungan mereka. Pasalnya, prosesi pemakaman jenazah covid-19 telah melalui prosedur ketat, sehingga tidak ada alasan menolak. Apalagi, petugas yang menangani jenazah tentunya telah memakai APD lengkap di ruang isolasi.

Begitu halnya soal agama, jika muslim, maka jenazah akan dimandikan dan dikafani sesuai ajaran Islam.

“Setelah dikafani lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dipastikan tidak ada kebocoran,” tambah Kombes Pol Trisno Riyanto.

Kapolresta Kombes Pol Trisno menambahkan, prosesi pembungkusan jenazah tentunya telah dilakukan ekstra ketat. Bila ada cairan yang berasal dari jenazah, tidak bocor dan menularkan kepada orang lain. Kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti dan peti tersebut dipaku mati. Peti jenazah juga ikut disemprot cairan disinfektan dari luar. Selanjutnya pihak rumah sakit menghubungi petugas dinas kesehatan untuk memantau proses pemakaman jenazah.

“Selain dipaku mati, peti jenazah juga dibungkus plastik dan setelah itu disemprot disinfektan lagi, baru kemudian dimasukkan ke dalam mobil jenazah,” katanya lagi.

Selanjutnya, Kapolresta Banda Aceh juga berharap kepada seluruh warga yang berdomisili di sekitar area pemakaman korban covid-19 tidak perlu gundah dan risau. Menurutnya, setiap hal yang telah dilakukan oleh petugas kesehatan tentunya sudah dalam keadaan aman dibawah pemantauan dari Dinas Kesehatan Aceh dan tim covid-19 kabupaten/kota masing-masing.

“Saya mengharap kepada seluruh jajaran Polsek untuk melakukan koordinasi dengan segala lini sektor, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, cerdik pandai, unsur muspika untuk bersama – sama mensosialisasikan untuk tidak melakukan penolakan terhadap pemakaman korban covid-19,” tegasnya lagi.

“Kapolresta Banda Aceh menilai pelaku penolakan atau menghalangi jenzah yang akan dikuburkan apalagi terhadap jenazah COVID-19 bisa dipidana dengan pasal 178 KUHP,” ujarnya lagi. []

Must Read

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here